Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Menyia-nyiakan Waktu

Cerpen Menyia-nyiakan waktu oleh shopyan hadi
Cerpen Menyia-nyiakan Waktu

 Judul Cerpen "Menyia-nyiakan Waktu"

 Buah Karya : Shopyan Hadi


Pada suatu pagi yang cerah diiringi dengan suara kokok ayam, Toni bangun dari tempat tidurnya menuju kamar mandi untuk mempersiapkan dirinya berangkat ke sekolah. Lalu, sebelum berangkat ke sekolah seperti biasanya orang tuanya selalu mempersiapkan sarapan pagi untuknya. Pada saat itu, Toni masih duduk dibangku sekolah 4 SD. 


Singkat cerita, ia pun pamit kepada kedua orang tuanya seraya berkata "Mah, Pah, Toni berangkat ke sekolah dulu ya". Orang tuanya pun merespon sembari berkata "hati-hati ya nak di jalan, semoga pelajaran yang dipelajari hari ini bisa membawa bekal di kehidupanmu yang akan datang". Ujar orang tua Toni dengan wajah penuh harap dan senyuman yang indah keluar dari ekspresi wajahnya.


Di sekolah Toni dan teman-teman sekolahnya melakukan kegiatan pembelajaran seperti biasanya. Dia sangat gemar dalam mempelajari mata pelajaran PJOK (Pendidikan, Jasmani, Olahraga dan Kesehatan) dan pelajaran yang ia tidak sukai adalah pelajaran Matematika dan Bahasa Inggris. Sementara itu, teman-teman sekolahnya yang lain ada yang suka matematika dan ada juga yang suka bahasa inggris. Namun, diantara mereka ada juga yang tidak suka mata pelajaran PJOK di sekolahnya. 


Pada siang hari, selepas pulang sekolah itu, Toni dengan baju yang masih penuh dengan bekas keringatnya pun, ia segera mengganti bajunya untuk bersiap-siap Bermain PS 2 dengan kawan-kawannya. Sebelum berangkat, ia meminta uang kepada Ibunya dan sekaligus meminta izin kepada Ibunya untuk bermain PS 2 bersama teman-temannya di Rental PS 2 milik Bapak Jono. 


Sementara itu, Ayahnya sedang bekerja di pasar sebagai seorang pengusaha kelapa. Ayahnya bekerja dari pagi hari sampai sore hari, sementara Ibunya hanya sebagai Ibu rumah tangga. Sebelum Toni berangkat ke Rental PS 2, Ibunya berpesan kepadanya "Nak, pulangnya jangan malam-malam ya, sore hari kamu harus sudah balik ke rumah". "Baik Mah", jawab Toni kepada Ibunya.


Akhirnya, ketika Toni sudah mendapatkan izin dari Ibunya, ia pun langsung menuju ke Rental PS 2  bersama teman-teman sebaya yang ada di lingkungan tempat tinggalnya. Setelah sampai di tempat tersebut, Toni dan kawan-kawannya langsung bermain PS 2 hingga malam hari. Sehabis waktu maghrib ia dan kawan-kawannya pulang ke rumah masing-masing. 


Sesampainya di rumah, Toni dimarahi oleh Ibunya dengan berucap "tuh kan, sudah mamah bilang, jangan pulang di malam hari, kamu main PS 2 sampai lupa makan dan kurang istirahat" Ujar Ibu Toni dengan nada penuh amarah dan muka yang penuh amarah kepada Toni. Toni pun menundukkan kepalanya sambil berkata "Baik mah, Toni janji tidak akan mengulangi perbuatan ini lagi "Ujar Toni kepada ibunya dengan nada yang merendah dan wajah yang penuh dengan rasa kesedihan serta hati yang penuh penyesalan. Sementara sang ayah memberikan respon dengan berkata "Betul tuh Nak, apa yang diucapkan Ibu kepada mu, kamu harus mendengar apa yang diucapkan oleh ibu". Ucap ayah sembari memeluk Toni yang sedang bersedih. 


Esok harinya, Toni berangkat ke tempat sekolah seperti biasanya, ketika itu, ia mendapatkan informasi dari guru bahasa inggrisnya bahwa salah satu dari temannya ada yang memenangkan lomba pidato bahasa inggris tingkat kota. Mendengar hal itu, hati Toni bergumam "wah, hebat sekali ya teman ku itu, aku ingin sekali meraih prestasi seperti dirinya, selama ini aku terlalu menyia-nyiakan waktuku".


Sejak terjadinya hal itu, Toni sangat bersemangat dalam belajar, terutama pelajaran olahraga dan tidak menyia-nyiakan waktu lagi untuk mengembangkan potensi diri yang ia miliki. Bahkan, terhitung dari mulai Kelas 4 SD hingga ia lulus SMA ia meraih medali emas dalam bidang olahraga sebanyak 15 medali emas. 10 medali emas dalam cabang olahraga bulu tangkis dan 5 medali emas dalam cabang olahraga futsal. 


  • Amanat (pesan) yang terkandung dalam Cerpen tersebut ialah  pentingnya seseorang itu mempergunakan waktunya sebaik mungkin untuk mengembangkan potensi yang ia miliki dan juga ingat bermain game itu bukan hal yang salah, akan tetapi kita harus mengatur waktu yang kita gunakan dalam bermain game.  
          
          
   

2 komentar untuk "Menyia-nyiakan Waktu"

  1. Besok Toni nya ganti jadi yadih 😁

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bagusnya tuh pagi jadi toni malam jadi tina hehehe

      Hapus